Jumat, 10 Maret 2017

Perkembangan Teknologi Informasi dan Pendidikan



PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASIDAN PENDIDIKAN

      A.   PENDAHULUAN
Teknologi dikembangkan secara terus-menerus untuk mempermudah manusia dalam seluruh aspek dan bidang kehidupannya. Perkembangan teknologi berlangsung kian pesat bersamaan dengan pesatnya penemuan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang berlangsung sebelum 2000-an,seperti penemuan telepon oleh Antonio Mecci pada 1875, berlanjut dengan penemuan berbagai alat-alat yang mendukung perkembangan teknologi informasi, baik yang berupa system komunikasi dengan alat komunikasi searah maupun dua arah (interaktif).
Penggunaan internet (internet-based technology) yang telah menjadi kebutuhan sehari-hari, yang mewarnai kehidupan manusia akhir-akhir ini, merupakan capaian dibidang TIK. Kesadaran masyarakat atas penggunaan TIK dibuktikan dengan kecenderungan penggunaan simbol ‘e’ yang diartikan sebagai elektronik dan diaplikasikan hampir disemua bidange-commerce, e-budgetting, e-government, termasuk dibidang pedidikan, seperti e-education, e-libarary, e-learning, e-school,dan lain-lain. Perkembangan dan implementasi TIK telah mempengaruhi dunia pendidikan baik dari segi manajemen dan terutama pembelajarannya.
Tulisan ini menguraikan penerapan TIK yang melahirkan inovasi-inovasi dalam pendidikan, berbagai isu dan permasalahan yang dihadapi, termasuk perkembangan TIK secara historis di Indonesia yang diuraikan terlebih dahulu.

      B.   PEMBAHASAN
Pengertian Teknologi Informasi Komunikasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mempunyai pengertian dari dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi Menurut Bambang Warsita (2008) Teknologi Informasi adalah sarana dan prasarana (hardware, software, useware) sistem dan metode untuk memperoleh, mengirimkan, mengolah, menafsirkan, menyimpan, mengorganisasikan dan menggunakan data secara bermakna. Teknologi informasi mempunyai pengertian luas yang meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi mempunyai pengertian segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu kelainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala aspek yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media menggunakan teknologi tertentu.
Secara singkat, TIKdapat diartikan sebagai perangkat teknologi yang digunakan dalam pengolahan data, penyusunan, penyimpanan, serta manipulasi data melalui berbagai cara untuk memproses dan menyampaikan informasi yang berkualitas. TIK menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video.Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa computer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).Pengolahan penyimpanan dan penyebaran vocal, informasi bergambar, teks dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasi komputerisasi dan telekomunikasi.Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam Harvard Business Review, dimana penulis Leavitt dan Whister berkomentar bahwa “teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan.Kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI)”.Beberapa bidang modern dan muncul setelah teknologi informasi adalah generasi berikutnya yakni teknologi web, bioinformatika, “Could Computing”, sistem informasi global, skala besar basis pengetahuan, dan lain–lain.
Berbagai teknologi masa kini dikembangkan berbasis TIK yang menyebabkan sebagian besar manusia telah menganggap TIK sebagai kebutuhan mendasar dan bagian hidupnya.Dampak TIKnampak secara signifikan dalam berbagai kehidupan manusia, terutama dibidang informasi dan komunikasi.TIK memberikan kemudahan aktivitas komunikasi dan menjadikan segala hal menjadi instan.Proses penyampaian dan penerimaan pesan menjadi lebih cepat dan mudah. Setiap indiividu dapat mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan dengan mudah dan saling bertukar informasi dan berkomunikasi satu dengan lainnya dalam jarak yang berjauhan secara cepat dan efisien.Dalam dunia bisnis, TIK dapat membantu mengurangi dan menghemat biaya pemasaran, misalnya dengan adanya e-commerce yang mengubah pola bisnis dunia dan memberikan peluang pelaku usaha memperluas usahanya dengan mudah dan modal yang relatif jauh lebih murah.Perkembangan TIK juga meningkatkan peluang dan diversifikasi karir bagi masyarakat luas. Adanya trend jejaring sosial, situs web dan berbagai aplikasi memunculkan profesi baru seperti user-interface designer, yang bekerja merancang tampilan visual, atau manajer social media yang berfungsi menciptakan image/citra diri yang positif. Demikian halnya dalam dunia pendidikan, eksistensi TIK tidak dapat dielakkan, TIK bahkan telah memainkan peran cukup strategis baik khsuusnya dalam hal inovasi pembelajaran, misalnya penerapan e-learning atau sistem pembelajaran multimedia berbasis TIK yang memenuhi tuntutan perkembanagan serta kebutuhan dan karakter peserta didik.


Perkembangan Teknologi TIK di Indonesia
Perkembangan teknologi TIK di Indonesia bertonggak dari peluncuran Satelit Palapa pada 9 Juli 1976 yang memudahkan arus komunikasi dan teknologi.Setelah itu dilanjutkan dengan perkembangan jaringan sellular, yaitu GSM pertama di Indonesia, yakni sebuah komunikasi bergerak yang tergolong dalam generasi kedua.
Sejarah perkembangan teknologi di Indonesia terutama pengenlaan awal yang terjadi sekitar 1970-1972-an melibatkan perguruan tinggi yakni Fakultas Ilmu Komputer Pendidikan Indonesia (UI), sebagai salah satu perguruan tinggi pelopor pengenalan teknologi dengan menerapkan kegiatan operasional komputasi khususnya di lingkungan PUSLIKOM UI pada 1972-1975. Pada ssat yang sama, UI mengirim dua orang staf PUSLIKOM ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi tentang komputer disusul empat orang lainnya pada 1975-1986. Pada 1984, beberapa jaringan teknologi informasi di Indonesia mulai terhubung ke internet melalui jaringan UI-net.Jaringan internet Indonesia pada saat itu berjalan di atas protokol UUC, sedangkan umumnya menggunakan TCP/IP.Domain .id sudah muncul dan diakui pada tahun ini.
Mulai 1986 hingga 1993 PUSLIKOM UI ditunjuk Depdikbud sebagai salah satu Pusat Antar Universitas (PAU) dalam bidang komputer. Implkasinya, terbentuk jaringan yang menghubungkan kampus- kampus besar Indonesia, mulai UI, ITB, UGM, ITS, UNHAS, Universitas Terbuka dan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdikbud. Jaringan besar ini disebut UNINET. Jaringan yang dibuat dengan bantuan dari luar negeri ini menggunakan infrastruktur jaringan telepon kabel konvensional, SKDP milik PT Indosat, serta SKDP via satelit (pack satnet). Ada 4 buah server yang dibuat dan ditempatkan di lokasi ITB, UI, UGM, dan ITS.
Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki perhatian besar terhadap penggunaan TIKyang diyakini dapat meningkatkan daya kompetisi bangsa.Keputusan Presiden No 50 Tahun 2000 tentang pembentukan Team Telematika Indonesia merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam pengembangan dan penggunaan TIK.Team yang terdiri atas Menteri Kabinet termasuk Menteri Pendidikan ini bertugas menyusun kebijakan dalam bidang telematika, memutuskan fase dan prioritas pembangunan bidang telematika dan penggunaannya di Indonesia, melakukan monitoring dan kontrol implementasi teknologi telematika di Indonesia, dan melaporkan pembangunan telematika di Indonesia kepada presiden.
Sangat disadari bahwa keberhasilan pembangunan dan penerapan teknologi TIK sangat ditentukan oleh ketersediaan sarana infrastuktur memuat penyediaan akses yang mudah, jaminan ketersediaan informasi dan subjek.Untuk memenuhi ketiga aspek ini, maka sumber daya manusia yang berkualifikasi sangat memerlukan perhatian prioritas dan menjadi kebutuhan utama. Meskipun demikian,jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya, bahkan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan lainnya, teknologi dan penggunaan TIKsecara umum masih tergolong tertinggal.
Pemanfaatan TIK Bidang Pendidikan.
Pengaruh implemetasi teknologi TIKtidak hanya menyentuh dunia industri dan bisnis, melainkan lebih-lebih dunia pendidikan.Menilik sejarah era awal perkembangan dan penggunaan TIK, peran perguruan tinggi justru sangat dominan.Untuk mendukung pembanguan bidang pendidikan, pemerinah melalui Tim Telematika yang diketuai dan dikoordinir oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara melalui Surat Keputusan No. 133/M.PAN/5/2001 menetapkan Rencana Aksi Lima Tahun Pengembangan dan Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia. Rencana aksi tersebut memuat Perencanaan Implemetasi Penggunaan Telematika dibidang pendidikan periode 2001 sampai dengan 2005, terdiri atas:
1.    Membangun kolaborasi antara industri TIK dengan institusi pendidikan melalui pelatihan dan kolaborasi penelitian dan pengembangan (research and development), dan menemukan kerjasama bagi pengembangan keterampilan dan kapasitas,
2.    Mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum TIK,
3.    Memanfaatkan TIK sebagai bagian esensial dari kurikulum dan media pembelajaran di sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan,
4.    Melaksanakan program belajar jarak jauh melipti partisipasi dalam pengembangan belajar dan jaringan,
5.    Memfasilitasi penggunaan internet secara lebih efisien dalam proses belajar mengajar.
Berdasarkan rencana aksi tersebut, dapat diketahui bahwa program pengebangan dan implementasi TIK ditekankan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya yang terkait dengan penyediaan dan perluasan pendidikan sumber daya manusia bidang TIKyang mampu bersaing dalam dunia global.
Pemanfaatan teknologi TIKdalam dunia pendidikan salah satunya melalui pencanangan Program Pembelajaran Berbasis TIK oleh Depdiknas pada 1999. Program TIKdi Depdiknas dimulai melalui program:
·            Jaringan Internet (Jarnet), tahun 2000
·            Jaringan Informasi Sekolah (JIS), tahun 2001-2002
·            Wide Area Network Kota (WAN Kota), tahun 2002-2003
·            Information and Communication Technology Center (TIK Center), tahun 2004-2006
·            Indonesia Higher Education Network (Inherent), tahun 2006-2007
·            Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas), tahun 2006-2008
·            South East Asian Education Network (SEA EduNet), tahun 2008
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran dilakukan melalui berbagai upaya, sebagai berikut:
1.    E-learning
Semenjak 2002, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah dan Direktorat Pendidikan Tinggi mengembangkan sebuah program yang disebut ‘e-dukasi’.Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi melalui pemanfaatan TIK. Disamping kedua direktorat, pusat Pustekkom juga memperoleh sokongan PT Telkom, Kantor Research dan Aplikasi Teknologi, Asosiasi Penyedia Layananan Internet Indonesia, Jaringan Informasi Sekolah, Detic.com, dan TIK Watch.
Pada tahap awal, materi pembelajaran dikembangkan untuk beberapa subjek seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Elektronik, dan Teknologi Informasi.

2.    Perkuliahan online (Online courses)
Beberapa perguruan tinggi menyediakan perkuliahan berbasis internet, diawal penerapannya salah satunya adalah Universitas Kristen Petra Surabaya.
3.    Tutorial online (Online tutorials)
Salah satu penggunaan TIK di perguruan tinggi, khsuusnya yang melaksanakan program belajar jarak jauh, adalah untuk aktivitas tutorial.Sebagaimana dilakukan oleh, salah satunya, Universitas Terbuka Indonesia.
4.    Kerjasama penelitian (Joint research)
TIK merupakan media yang mampu memfasilitasi kolaborasi sehingga joint research dapat dilakukan. Salah satu bentuk kolaborasi penelitian (joint research) bidang implementasi TIK adalah yang melibatkan perguruan tinggi yang terdiri atas Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajad Mada, dan Universitas Diponegoro.
5.    Perpustakaan elektronik (Electronic library)
Saat ini, telah berkembang dan diterapkan jaringan perpustakaan elektronik (Digital Library) oleh baik Perpustakaan Pusat maupun  Perpustakaan Program Pascasarjana berbagai perguruan tinggi di indonesia yang memberikan kemudahan akses ilmu pengetahuan dan informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Perpustakaan digital pertama kali diterapkan oleh ITB, Projek Pengembangan Perguruan Tinggi Indonesia Timur Tenggara (Eastern Indonesia Universities Development Project/ the CIDA Project), Universitas Brawijaya MalangUniversitas Muhammadiyah Malang, IAIN Jakarta atas dukungan McGill University Canada dan Pusat Bank Data LIPI Jakarta.
Jaringan Perpustakaan Digital Indonesia dimaksudkan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas output/lulusan perguruan tinggi, meningkatkan sharing informasi antar perguruan tinggi dan institusi research di Indonesia.
6.    Pembelajaran berbasis komputer (Computer assisted instruction)
Pembelajaran berbasis computer merupakan program pembelajaran bersifat off-line sehingga dengan sistem ini, akses internet tidak dibutuhkan.Pustekkom telah mengembangkan materi pembelajaran berbasis computer untuk berbagai subjek.Pembelajaran tersebut bersifat interaktif dimana peserta didik mampu belajar secara mandiri dengan sedikit mungkin bantuan dari guru/dosen.
7.    Penggunaan siaran radio dan televise dalam bidang pendidikan
Ada tiga pendekatan umum pada penggunaan radio dan televise dalam bidang pendidikan: (1) pengajaran langsung, dimana program siaran mengganti guru yang bersifat temporer; (2) penyiaran sekolah, dimana program penyiaran memberikan/menyediakan sumber-sumber pengajaran dan pembelajaran; da (3) program pendidikan umum pada stasiun lokal, nasionall dan internasional yang menyediakan/memberikan kesempatan pendidikan informal.
Interactive Radio Instruction (IRI) merupakan contoh pengajaran kelas langsung yang berdurasi selama 20-30 menit, termasuk latihan pembelajaran di kelas yang dilakukan setiap hari.Pelajaran melalui radio, yang dikembangkan seputar tujuan pembelajaran khusus ilmu matematika, pengetahuan, kesehatan dan bahasa menurut kurikulum nasional  dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas pengajran kelas dan berperan sebagai bantuan reguler dan terstruktur pada guru yang sangat minim dengan pelatihan dan sumber-sumber yang sangat kurang memadai”. Projek IRI diimplementasikan di Amerika Latin dan Afrika. Di Asia, IRI pertama kali diimplementasikan di Thailand pada tahun 1980; di Indonesia,  Pakistan, Banglades dan Nepal pada tahun 1990an.Riset ektensif di seluruh dunia menunjukkan bahwa projek IRI berdampak positif pada hasil pembelajaran dan pemerataan pendidikan.
Telesecundaria di Meksiko merupakan contoh lain  pengajaran kelas langsung yang menggunakan siaran televisi. Program ini diluncurkan di Meksiko pada tahun 1968 sebagai strategi cost-effective untuk mengembangkan pendidikan sekolah menengah di komunitas kecil dan jauh.
Di Asia, 44 radio dan TV universitas di Cina (yang meliputi China Central Radio dan Television University), Universitas Terbuka di Indonesia, dan Indira Ghandi National Open University menggunakan radio dan televisi, baik untuk pengajaran langsung dan untuk siaran sekolah untuk menjangkau populasi yang lebih besar. Berkaitan dengan institusi ini, siaran disertai dengan materi cetak dan kaset audio.
General educational programming terdiri dari berbagai tipe program(program baru, program dokumenter, quiz show, kartun pendidikan, dan lain sebagainya) yang menyajikan kesempatan pendidikan nonformal untuk semua tipe siswa. Dalam suatu pengertian, program radio atau televisi dengan nilai infromasi dan pendidikan merupakan tipe grogram tersebut.
8.    Teleconferensi
Teleconferencing  mengacu pada komunikas interaktif elektronik antara dua orang di dua tempat atau lebih yang berbeda. Berdasarkan sifat dan tingkat interaktif dan keunggulan teknologi, ada empat tipe teleconferencing, yaitu 1) audioconferencing; 2) audio-graphic  conferencing, 3) videoconferencing; dan 4) Web-based conferencing.
Audioconferencing melibatkan pertukaran pesan suara melalui jaringan telepon. Teks dan image seperti grafik, diagram atau gambar dapat ditukar dengan pesan suara, yang dinamakan audiographic conferenecing. Videoconferencing menghasilkan petukaran tidak hanya suara dan grafik tetapi juga menggerakkan image. Teknologi tidak hanya menggunakan jaringan telepon tetapi juga  jaringan satelit atau jaringan televisi (siaran/kabel). Web-based conferencing melibatkan transmisi teks, dan grafik, radio dan media visual melalui Internet; conferencing ini menggunakan komputer dengan browser dan komunikasi berupa synchronous  dan asynchronous.
Teleconferencing digunakan dalam konteks pembelajaran formal dan non-formal untuk memudahkan diskusi antara guru dan siswa, dan siswa dengan siswa, juga untuk mengakses para ahli dan sumber-sumber lain dari jarak jauh. Dalam open and distance learning, teleconferencing merupakan suatu alat yang bermanfaat untuk memberikan pelajaran langsung. Jaringan audio-graphic teleconferencing bertujuan untuk pendidikan yang berkelanjutan.
9.    Pengajaran berbasis computer dan internet
Belajar denga computer dan internet menggabungkan belajar alat teknologi tersebut dengan belajar dengan teknologi tersebut.Belajar dengan computer melibatkan pembelajaran keterampilan teknologi “just-in-time” atau ketika siswa perlu mempelajarinya atau aktivitas terkait dengan kurikulum. Misalnya, siswa sekolah lanjutna yang harus menyajikan laporan tentang penggunaan ekspresi bahasa Inggris oleh pedangan kaki lima di daerah wisata Senggigi dapat memulai dengan melakukan riset online, menggunakan program spreadsheet dan database untuk membantu menyusun dan menganalisis data yang telah mereka kumpulkan, dan menggunakan aplikasi word processing untuk mempersiapkan laporan.
Banyak perguruan tinggi yang menawarkan proses pendidikan jarak jauh menggunakan internet. Vistual University of Menterrey Institute of Technology di Meksiko menggunakan kombinasi materi cetak dan rekaman siaran langsung dan internet untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa si seluruh Meksiko dan di beberapa negara Amerika Latin.
Di University of the Philippines Open University (UPOU), materi pelajaran masih didominasi materi cetak tetapi tutorial online menggunakan alternative lain, yaitu face-to-face tutorials khususnya bagi siswa-siswa yang enggan untuk dating ke pusat-pusat pembelajaran UPOU.

TIK dalam Kurikulum Pembelajaran
TIK dalam pembelajaran dikenal dengan teknologi pendidikan, UNESCO secara resmi menggunakan istilah ICT yang kemudian diadopsi kedalam bahasa Indonesia menjadi teknologi informasi dan komunikasi atau TIK (Surjono, 2010). Khusus dalam bidang pendidikan, menurut Bambang Sudibyo (2007), TIK dikemukakan dalam UU Sisdiknas No. 20/2003 pasal 35 ayat 1 dan pasal 40 standar sarana dan prasarana sekolah yang salah satunya termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Demikian juga dalam pemerataan dan perluasan akses pendidikan sesuai dengan Renstra Pendidikan Nasional tahun 2005-2009, kegiatan prioritas pencapaian sasaran disebutkan pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran jarak jauh. Selain itu dalam rangka peningkatan mutu, relevansi dan daya saing maka diharapkan ada penerapan TIK dalam pembelajaran.
Upaya implementas TIK yang lebih konkret telah dilakukan melalui integrasi pembelajaran TIK dalam kurikulum yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dengan istilah TIK, sehingga TIKmerupakan mata pelajaran wajib untuk diajarkan sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah kejuruan (SMK), dan sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah dasar (SD).
Standar kompetensi mata pelajaran TIK sebagaimana dituangkan KBK pada bagian tujuan dan fungsi: “Dengan memasukkan Teknologi Informasi dan Komunikasi di dalam kurikulum sekolah, akan membantu siswa untuk belajar teknologi informasi dan teknologi komunikasi, dan menggunakan segala potensi yang ada untuk pengembanagan kemampuan diri.” Pembelajaran TIK diharapkan mampu memberikan motivasi dan kesenangan pada peserta didik untuk belajar dan bekerja secara mandiri, selain meningkatkan proses pembelajaran pada semua tingkatan dan jenjang, dengan menjangkau semua disiplin ilmu mata pelajaran lain. Tujuan pemberian TIK adalah agar peserta didik memahami alat teknologi informasi dan  komunikasi secara umum termasuk komputer (computer literate) dan memahami informasi (information literate). Siswa difasilitasi mampu mengenal istilah-istilah yang digunakan pada teknologi informasi dan komunikasi dan pada computer yang umum digunakan.Selain itu, siswa menyadari keunggulan computer dan keterbatasan komputer, serta dapat menggunakan secara optimal.
Secara khusus KBK menggariskan pemberian TIK pada siswa adalah:
·      Menyadarkan siswa akan potensi teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi informasi dan komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
·      Memotivasi kemampuan siswa untuk mampu beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga siswa dapat melaksanakan dan menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri dan lebih percaya diri.
·      Mengembangkan kompetensi siswa dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktivitas dalam aspek kehidupan sehari-hari.
·      Mengembangkan kemampuan belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi, sehingga proses pembelajaran lebih optimal, dan terampil dalam berkomunikasi, mengorganisasi informasi, belajar, dan bekerja sama.
·      Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah.
Pemberlakuan KTSP sebagai bagian penyempurnaan KBK, mata pelajaran TIK tetap dipertahanan sebagai mata pelajaran wajib di SMP dan SMA, dan sebagai muatan lokal di SD. Meskipun demikian, terdapat pengurangan dalam hal materi (missal tentang database dan pemrogram) sehingga berkurang pula kompetensi dasar yang dicapai. Dalam KTSP dimasukkan materi ilmu komputer berbasis Linux dan program open source lainnya. Kurikulum TIK tidak menyebut nama produk perangkat lunak, misalnya materi pengolah kata tidak menyebut Microsoft word, sehingga sekolah menggunakan openoffice writer, dan lain-lain. Salah satu materi menarik adalah etika dalam menggunakan teknologi informasi dan UU Hak Cipta.
Sebagaimana panduan standar kompetensi Kurikulum 2004 (KBK) dan 2006 (KTSP), amata pelajaran TIK merupakan salah satu fasilitas untuk meghasilkan siswa yang berkompeten. Maksudnya, siswa tidak hanya mampu merespon tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, desentralisasi, dan hak asasi manusia, tapi juga mampu menggali, menyeleksi, mengolah, dan menginformasikan bahan kajian yang telah diperoleh meskipun telah menyelesaian pendidikannya. Dengan demikian, siswa memiliki bekal berupa potensi untuk belajar sepanjang hayat serta mampu menyelesaikan yang dihadapinya.
Implementasi TIK dalam pembelajaran dilakukan semata-mata menjawab tantangan global dan pengaruh globalisasi semakin terasa dengan kian banyaknya saluran informasi dalam berbagai bentuk seperti elektronik maupun nonelektronik seperti surat kabar, majalah, radio. TV, telepon, fax, komputer, internet, satelit komunikasi dan sebagainya.Teknologi komunikasi dan informasi yang terus berkembang cenderung mempengaruhi segenap bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan kejuruan dan pelatihan yang terus diwarnai oleh oleh teknologi komunikasi dan informasi. Secara khusus untuk pendidikan dan pelatihan akan dirasakan adanya kecenderungan: (a) bergesernya pendidikan dan pelatihan dari sistem berorientasi pada guru/dosen/lembaga ke sistem yang berorientasi pada siswa/mahasiswa/peserta didik; (b) tumbuh dan makin memasyarakatnya pendidikan terbuka/jarak jauh; (c) semakin banyaknya pilihan sumber belajar yang tersedia; (d) diperlukannya standar kualitas global dalam rangka persaingan global dan (e) semakin diperlukannya pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning).
Dengan kondisi perkembangan teknologi informasi saat ini yang semakin berkembangmemungkinkan setiap individu untuk belajar dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari mana saja, kapan saja, dan di mana saja.Dalam dunia pendidikan, perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak dan memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan.Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu yang ingin dipelajari, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.
Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet.Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang mempunyai akses internet, sehingga pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang.
Kehadiran internet memungkinkan siswa memiliki kases yang luas terhadap ilmu pengetahuan, informasi dan komunikasi. Mereka dapat memperoleh informasi apa saja, kapan saja, dan di mana saja.  Mereka juga dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan siapa saja, terlebih dengan menjamurnya berbagai bentuk media social berbasis internet. Keadaan ini menggeser peran guru dari pemberi informasi atau sumber informasi menjadi manajer pembelajaran yang memfasilitasi proses pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat belajar dan berkembang secara optimal, terutama mengembangkan potensi-potensi inti yang dibutuhkan bagi kehidupan mereka diera informasi saat ini yaitu kemampuan berpikir kritis, kreatif, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, berkolaborasi dan bekerja sama serta mampu memanfaatkan TIK secara bijaksana.
Informasi melalui media internet, bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai standar yang sama dengan negara lain. Dengan menggunakan media internet, pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang mulai diterapkan yaitu pembelajaran distance learning.
Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Metode distance learning sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami. Dalam pengaksesan dan pemanfaatan metode ini, peran internet sangatlah diperlukan, karena melalui internet seseorang dapat mengirim file atau meng-upload file yang ingin dipublikasikan dan melalui internet juga seseorang dapat mengakses file yang ingin dicari. Selain metode distance learning, masih banyak metode-metode lain yang sangat membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, diantaranya dengan adanya modul-modul pembelajaran gratis yang tersedia, portal pembelajaran online, dan lain-lain.
Manfaat lain yang dapat diperoleh melalui implementasi TIK dalam pendidikan diantaranya: (1) informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan; (2) konsultasi dengan pakar, konsultasi dangan para ahli dibidangnya dapat dilakukan dengan mudah walaupun ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh; (3) perpustakaan online, perpusatakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital; (4) diskusi online. Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan melalui internet; (5) inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan; (6) kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan; (7) sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
Sementara itu dampak negative implementasi TIK diantaranya: (1) kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan; (2) walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal; (3) salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention); (4) kemajuan TIK yang salah satunya mendorong produksi beragam aplikasi media sosial yang yang sangat mudah diakses siswa memungkinkan mereka menjadi pelaku penyalahgunaan atau korban penyalahgunaan TIK, yang seringkali berakibat fatal bagi pembentukan karakter, pertumbuhan dan perkembangan mental termasuk kehidupan siswa.
Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu:
1.    Siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru.
2.    Harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru.
3.    Guru harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik.

Isu dan Masalah Implementasi TIK dalam Bidang Pendidikan
Upaya yang dilakukan pemerintah sehubungan dengan implementasi TIK pada dasarnya telah dirancang cukup baik, akan tetapi implementasinya masih belum maksimal. Dalam hal integrasi TIK dalam KBK dan KTSP yang berarti TIK harus diajarkan pada siswa berdampak pada konsekuensi  ketersediaan sarana prasarana pembelajaran berupa laboratorium komputer dan infrastruktur yang memadai di setiap sekolah termasuk tenaga pengajar kompeten. Dalam penerapannya, kemampuan pemerintah dan sekolah menyediakan sarana prasarana dan infrastruktur pendukung pembelajaran TIK belum merata. Keterbatasan infrastruktur khususnya di daerah-daerah terpencil dan pinggiran sangat dirasakan, bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki perangkat komputer sama sekali. Hal ini berdampak pula pada terbatasnya kesempatan siswa di daerah-daerah tersebut dalam menikmati akses informasi, demikian pula terhadap kemampuan sekolah mengembangkan jaringan komunikasi, kerja sama pendidikan, serta pengolahan data layanan pendidikan yang diberikan pada masyarakat. Permasalahan lain yang dihadapi selain keterbatasan infrastruktur adalah faktor guru yang belum memiliki kualifikasi dan kompetensi memadai. Faktor infrastruktur dan guru disinyalir sebagai penyebab utama kurangnya efektivitas pembelajaran TIK dan tidak maksimalnya pencapaian tujuan pembelajaran TIK di sekolah.
Faktor lainnya adalah beberapa buku pelajaran TIK yang tersedia di BSE jenjang SMP dan SMA, menyajikan materi yang belum sesuai dengan tujuan pembelajaran TIK itu sendiri.Isi buku berisi hanya menggunakan sistem operasi dan software tertentu yang terkenal dan komersil.Buku lebih nampak sebagai buku tutorial atau buku panduan suatu software/sistem operasi tertentu bukan sebagai buku pelajaran, sehingga pembelajaran TIK tidak lebih dari tutorial penggunaan penggunaan TIK merk tertentu.Sebagai suatu mata pelajaran, materi TIK seharusnya jauh lebih luas dan tidak sempit atau terbatas pada pengenalan merk tertentu. Hal ini berarti, Depdiknas sudah menanamkan dogma kepada siswa bahwa tidak ada software lain selain yang terdapat dalam buku pelajaran yang dirujuk. Permasalahan lainnya yang muncul adalah ketika siswa berupaya mempelajari materi sebagaimana buku, akan memaksa mereka menggunakan software yang diajaran dalam buku tersebut. Artinya jika mereka tidak memiliki software tersebut, mereka harus membelinya.Secara ekonomi, tidak semua anak mampu membeli software yang diajarkan, tidak jarang banyak anak atau orang tua yang kemudian membeli software bajakan.
Dalam Kurikulum 2013, mata pelajaran TIK ditiadakan dari struktur kurikulum.Apabila dikaitkan dengan materi Etika dan HAKI atau pengenalan tentang lisensi pernagkat lunak dan jenis-jensinya, maka materi ini kehilangan wadah penyampaian pada siswa.Disatu sisi, materi ini sangat penting megingat siswa hidup diera teknologi informasi yang menghadapkan mereka pada pemakaian teknologi informasi dan komunikasi disamping tidak terbatasnya informasi beserta sumber informasi yang tidak mungkin dihindari siswa.Sekolah merupakan tempat terbaik bagi pendidikan tentang etika menggunakan TIK, lisensi software, dan mengenal berbagai aplikasi selain proprietary software.Selain itu, tidak ada lagi ruang bagi siswa untuk mempelajari berbagai aplikasi FOSS.
Bertitik tolak dari Kepres No 32 Tahun 2011 tentang Master Plan Percepatan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang ditujukan untuk mendorong terwjudnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berimbang, berkeadilan, dan berkelanjutan, dimana salah satu dari tiga strategi utama pelaksanaannya adalah peningkatan kemampuan SDM dan IPTEK Nasional. Penekanan untuk meningkatkan kapasitas SDM dan Iptek SDM yang berkemampuan tinggi akan mendorong terjadinya inovasi. Hal ini merupakan kata kunci untuk menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan persaingan ketat dan arus informasi yang pesat dalam semua sektor, sehingga negara dituntut untuk memiliki daya saing yang kuat agar mampu mensejajarkan diri dengan negara-negara lain. Untuk menwujudkan program pemerintah mencapai Visi Indonesia 2025 dan 2045 dengan menitikberatkan kepada pembinaan karakter generasi muda saat ini dan implementasi teknologi informasi dalam proses pembelajaran, ada baiknya jika materi TIK dipertahankan untuk diberikan pada jenjang pendidikan dasar dan memengah. Hal ini sejalan dengan Buku Putih TIK Indonesia 2025-2045 yang merumuskan kerangka pengembangan SD TIK Indonesia hingga kurun waktu 2025 mendatang.
Pemberian TIK tentu harus lebih mengacu pada kompetensi dasar dan tujuan yang ingin dicapai, yaitu dengan melakukan penguatan fondasi terkait pembelajaran TIK sebagai dimuat dalam Surat Terbuka Onno W Purba kepada Mendikbud, meliputi:
1.    TIK dikembangkan untuk menunjang transformasi seluruh sekolah menjadi e-learning/e-school.
2.    Mengubah materi TIK menjadi penunjang eksplorasi pengetahuan siswa. Keterampilan menggunakan computer yang selama ini dikembangkan pada pembelajaran TIK terdahulu dikembangkan dan diubah menjadi keterampilan mengeksplorasi pengetahuan seperti simulasi berbagai bidang ilmu, akse ke e-library, on=line, earning menggunakan moodle, dan lain-lain. Dengan kondisi yang ada di sekolah terutama yang berada di daerah, tidak mungkin mengandalkan guru mata pelajaran reguler untuk membantu eksplorasi pengetahuan berbasis TIK. Sehingga perispan dan pemberdayaan sumber daya pendidik berkompetensi juga menjadi sebuah keharusan.
3.    Pemberdayaan guru TIK yang merupakan asset penting yang mendukung pembelajaran eksplorasi pengetahuan dan e-learning berbasis open-sources dan proses transformasi sekolah menjadi e-school. Pengembangan modul sekolah berbasis TIK dan training of trainers serta studi lanjut bagi guru TIK perlu dilakukan.
Yang perlu dijadikan titik tolak pembelajaran TIK sebagaimana mata pelajaran lain adalah karakter. Karakter yang kuatlah yang mampu membentengi siswa dari penyalahgunaan TIK demikian pula melindungi mereka dari penyalahgunaan TIK oleh orang/pihak lain yang saat ini marak dilakukan oleh berbagai kalangan dan dari dari berbagai generasi, seperti cyber bullying, kejahatan di dunia maya (cyber cryme), plagiarism, dan lain-lain.Selain itu, kapasitas siswa berpikir kritis sangat penting dikembangkan sehingga setiap anak memiliki kemampuan mengolah informasi, melakukan analisis, memvalidasi, mengevaluasi dan mengkomunikasikan kembali dengan menggunakan sumber-sumber yang ada secara kreatif untuk mencapai kualitas diri dan kehidupan yang lebih baik.
Kesimpulan dan Saran
Tuntutan pembelajaran dimasa yang akan datang harus bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multi-disipliner serta terkait pada produktifitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Teknologi informasi dan telekomunikasi dengan murah dan  mudah akan menghilangkan batasan-batasan ruang dan  waktu yang selama ini membatasi dunia pendidikan dewasa ini banyak dampak-dampak yang terjadi akibat semakin berkembangnya IT didalam negeri ini. Memang perkembangan IT jika disikapi secara positif mampu memberikan dampak yang positif dan apabila disikapi secara negatif dapat memberikan dampak negatif pula.
Dunia internet misalnya, merupakan sebuah perpustakaan maya terbesar di dunia. hampir semua yang ingin kita cari ada di internet. Informasi melalui media internet, bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai standar yang sama dengan negara lain. Dengan menggunakan media internet, pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang mulai diterapkan yaitu pembelajaran distance learning. Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Metode distance learning sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami.
Beberapa saran yang dapat dikemukakan untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK sebagai berikut.
1.    Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan baik di sekolah atau perguruan tinggi menjadi hal mutlak mengingat kondisi permasalahan pendidikan yang makin kompleks. Pendidikan berbasis TIK hanya akan berhasil apabila dikelola dan ditangani dengan terencana, sistematis dan terintegrasi.
2.    Perencanaan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan yang integratif meliputi kebijakan, standarisasi mutu, infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur SDM pendidikan menjadi penting untuk ditata dan dikelola dengan efektif dan efisien.
3.    Penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK melalui  pendidikan terbuka dan jarak jauh (e-Learning), membutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya pemerintah, swasta serta masyarakat untuk mengalokasikan anggaran dan investasi pendidikan yang memadai.
4.    Standarisasi mutu penyelenggaran pendidikan berbasis TIK perlu ditindaklanjuti dengan standarisasi konten untuk menjamin kualitas, aksesibilitas dan akuntabilitas program pendidikan berbasis TIK

Daftar Pustaka
Munir.(2008). Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pendidikan. Bandung, Penerbit: Universitas Pendidikan Indonesia.
Masugiyono.2012. Peranan Informasi Informasi dalam Pendidikan.diakses tanggal 13 Februari 2017.
“Surat Cinta” untuk menteri pendidikan terkait penghapusan mata pelajaran TIK.http://id.techinasia.com/surat-cinta-untuk-menteri-terkait-penghapusan-mata-pelajaran-tik/ diakses pada 13 Februari 2017.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar